Sedih! Dibuang Karena Bibir Sumbing. 30 Tahun Kemudian Balasan Wanita Ini Bikin Orangtuanya Menangis

Kisah berikut ini sangat baik dibaca orangtua. 


Bagaimana seharusnya merawat anak dan membimbingnya menjadi orang yang sukses agar dapat berbakti. 

Tapi, nasib sial dirasakan wanita ini. Setelah dilahirkan dengan kondisi cacat bibir sumbing. 

Namanya Li Lan, dia adalah anak kandung pasangan suami istri Zhang.

Zhang yang sudah mempunyai seorang anak laki-laki ingin menambah satu anak lagi agar menjadi sepasang.

Namun, tak disangka, anak keduanya perempuan, dan terlahir cacat.

Zhang dan istrinya pun merenung, kalau sudah dewasa nanti, anak perempuannya ini juga tidak ada yang mau menikahinya, malah justru mungkin akan berdampak pada anak laki-lakinya nanti tidak mendapatkan isteri.

Lalu mereka pun membuang anak perempuannya yang berbibir sumbing itu di pinggir jalan.

Dibungkus dengan kain seadanya dan cuaca dingin di awal musim gugur, membuat mukanya merona merah.

Beruntung bayi malang itu ditemukan pasangan baik hati Li Jian dan istrinya, kemudian membawanya pulang.

Adalah pasangan Li Jian dan istrinya sudah menikah tujuh atau delapan tahun lamanya, tapi belum memiliki anak, mereka pun sangat suka ketika melihat bayi mungil yang dipungutnya itu, meski sedikit cacat.

Bayi yang ditemukan warga Desa Gunungmeraksa Baru Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang seorang bayi laki-laki oleh warga di Dusun 3 Gunungmeraksa Baru, masih berdarah dan ari-ari bayi masih menempel, Jumat (1/1/2016).

Bayi yang ditemukan warga Desa Gunungmeraksa Baru Kecamatan Pendopo Kabupaten Empatlawang seorang bayi laki-laki oleh warga di Dusun 3 Gunungmeraksa Baru, masih berdarah dan ari-ari bayi masih menempel, Jumat (1/1/2016). (SRIPOKU.COM/AWIJAYA)

Keduanya membuka sebuah warung kecil, menjual tahu, kehidupan sehari-hari keluarga kakakku ini termasuk lumayan nyaman.

Sekarang ditambah dengan satu anak perempuan, dan mereka masih sanggup merawatnya kalau hanya sekadar untuk makan sehari-hari.

Namun, terkait bibir sumbingnya itu dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk operasinya.

Tetangganya menyarankan lebih baik anak angkatnya itu diserahkan ke yayasan kesejahteraan sosial anak, tapi mereka menolaknya.

Dan sejak itu, suami-istri ini pun mulai hidup hemat, berencana membawa anak perempuannya ke rumah sakit di kota untuk operasi bibr sumbingnya…

Saat Li Lan berusia 5 atau 6 tahun, suami istri ini membawanya ke rumah sakit di kota, dan menurut dokter setempat, bibir sumbing putrinya harus dioperasi sekitar lima atau enam kali, dan secara bertahap baru bisa pulih.

Pasutri ini sangat gembira mendengar kabar baik ini, meski biaya operasinya mahal, tapi mereka telah melihat harapannya di depan mata.

Waktu bergulir dengan cepat, sekejab mata Li Lan pun sudah berusia 20 tahun, ia tumbuh dengan paras yang cantik, bibirnya juga nyaris sempurna setelah beberapa kali operasi.

Setelah lulus, Li Lan bekerja di sebuah perusahaan produk makanan, karena kemampuan kerjanya yang mengesankan, sehingga dengan cepat ia dipromosikan sebagai manajer.

Dan terlintas dalam benaknya sebuah gagasan yang cemerlang.

Sepulangnya ke rumah, Li Lan pun mendiskusikan sama orangtuanya bahwa dia ingin membuka sebuah pabrik pengolahan produk kedelai di kampung.

Orangtuanya pun mendukung sepenuhnya keputusan putrinya dan ikut membantu.

Pabrik pengolahan pun mulai beroperasi, dan dibawa pengelolaan Li Lan, pabrik pengolahannya berkembang dengan cepat hingga bertambah luas dan membeli peralatan baru.

Sebagai bentuk balas budi atas perawatan orangtuanya selama ini, Li Lan membangun sebuah rumah baru dua lantai, dan mobil untuk orangtua angkatnya.

Segenap penduduk desa yang mendengar dan melihat itu semua merasa iri pada Li Jian dan iparku, mereka mengatakan bahwa keputusan Li Jian mengadopsi Li Lan ketika itu memang benar.

Sebenarnya orangtua Li Lan sudah menceritakan tentang dirinya saat ia berusia 15 tahun, namun, ketika itu Li Lan mengatakan bahwa dia hanya punya satu ayah dan satu bu yaitu mereka.

Dan tentu saja orangtua Li Lan sangat senang mendengar kata-kata putrinya.

Tahun ketiga, pabrik baru didirikan, orang-orang di sekitar desa pun bekerja di pabrik yang dibangun Li Lan.

Saat pembukaan pabrik, banyak orang yang berdatangan memberikan ucapan selamat kepada Li Lan.

Dan diantara kerumunan itu tampak sepasang suami isteri menghampiri Li Lan dan orangtua angkatnya, dan tanpa basa basi lagi langsung berkata :

“Xiao Lan (nama kecil Li Lan), apa kamu masih kenal sama kami ? Kami adalah orangtua kandungmu, sedangkan mereka itu bukanlah ayah-ibu kandungmu, kamilah orangtua kandungmu.

“Saat itu, kamu masih punya saudara laki-laki, karena kami tidak sanggup merawat dan membesarkanmu, jadi….kamu harus memaafkan kami ya…saat itu kami memang benar-benar terpaksa.”

Li Lan dan orangtua angkatnya terkejut mendengarnya, kemudian sambil menatap orangtua kandungnya di hadapannya itu, dengan tegas dan terbuka Li Lan berkata :

“Saya adalah anak kandung mereka! Saya Li Lan, dalam seumur hidup ini hanya punya satu ayah yaitu Li Jian, tidak ada ayah kedua ! “

“Siapa yang membuang saya ke pinggir jalan? Siapa yang merasa malu punya anak seperti saya ? Lalu siapa yang memandang saya sebagai anak kesayangannya ? “

“Siapa yang merasa takut saya hanya akan merepotkan mereka? Dan siapa yang menghabiskan seluruh harta keluarga hanya untuk mengobati saya ? “

“Saya tahu persis dan sadar akan semua ini, kalian tidak perlu mengajariku, memang kalian yang melahirkanku ke dunia ini, tapi merekalah (sambil menunjuk ke orangtua angkatnya) yang memberi saya hidup sampai detik ini! ”

Muka suami dan istri pak Zhang memerah dan diam seribu bahasa mendengar suara hati Li Lan yang tegas, kemudian Li Lan masuk ke dalam dan mengambil sebuah amplop besar kemudian diserahkan ke orangtua kandungnya.

Setelah itu, Li Lan dan orangtuanya angkatnya meninggalkan mereka.

Sementara itu, orangtua kandung Li Lan membuka amplop dari Li Lan, putri kandungnya, di dalam amplop terselip uang sebesar 50 juta rupiah dan secarik kertas berisi satu kalimat singkat :

Terima kasih telah melahirkan saya ke dunia, dan jangan pernah bertemu lagi.

[palembang.tribunnews.com]

loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sedih! Dibuang Karena Bibir Sumbing. 30 Tahun Kemudian Balasan Wanita Ini Bikin Orangtuanya Menangis"

Posting Komentar