Ini Alasannya Kenapa Kamu Tidak Boleh Asal Menggadaikan Barang-barangmu

Butuh duit dengan segera bukan lantas pilih asal cepat. Bisa-bisa terjebak pihak yang gak bertanggung jawab, misalnya gadai liar. Menurut kabar dari merdeka.com, usaha gadai liar tengah menjamur di Jakarta. Memang sih, niatnya membantu orang yang kepepet butuh duit.


Masyarakat bisa menggadaikan barang berharga mereka, dari laptop sampai kendaraan, untuk mendapat uang tunai. Masalahnya, usaha-usaha ini gak bernaung di bawah otoritas pemerintah.

Artinya, mereka bisa asal menentukan aturan sendiri untuk urusan gadai-menggadai. Salah satunya, menerapkan bunga tinggi untuk menebus barang gadaian, mirip-mirip rentenir.

Selain itu, jaminan keamanan barang yang digadaikan diragukan. Mungkin saja laptop yang “disekolahkan” itu dipreteli, diambil dalemannya, lalu diganti dengan yang kualitasnya lebih rendah.

Namun sejauh ini belum ada kasus kayak gitu yang mengemuka. Tapi tetap saja jaminannya diragukan, apalagi kalau dibandingkan dengan Pegadaian.

Karena itulah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana menerbitkan aturan soal usaha gadai masyarakat ini. Gunanya, ada payung hukum bagi mereka dalam menjalankan usahanya.

Jadi, aturan ini akan bermanfaat baik bagi pelaku usaha gadai maupun masyarakat pengguna jasa mereka. Aturan ini akan dinamai Undang-Undang Pegadaian.

Dalam draf aturan itu antara lain diatur soal:
  • Permodalan: jumlah modal minimal yang disetor di tingkat kabupaten/kota Rp 500 juta, sedangkan di tingkat provinsi Rp 1 miliar
  • Harus ada ahli taksir gadai bersertifikat minimal lulusan D-3
  • Harus ada juru taksir emas untuk menilai emas yang digadaikan

Jadi, semua pelaku usaha gadai kelak wajib mematuhi aturan tersebut. Kalau gak, dipastikan usahanya berstatus liar. Dari sisi kita sebagai masyarakat, usaha semacam ini bisa membantu bisa pula merugikan. Memang, prosesnya lebih cepat ketimbang di Pegadaian.

Barang yang digadaikan juga mungkin saja dinilai lebih tinggi. Tapi, itu saja gak cukup.

Pegadaian menang dalam soal jaminan keamanan dan kepastian hukum. Jika usaha gadai itu tutup, gimana dengan nasib barang jaminan? Beda dengan Pegadaian. Barang dipastikan keamanannya selama utang belum terbayarkan.

Selain itu, Pegadaian gak hanya melayani soal gadai-menggadai, tapi juga jual-beli emas. Jadi, mungkin kita bisa sekalian investasi emas jika barang yang mau digadaikan adalah emas.

Pegadaian vs Usaha Gadai Liar
Dari membaca penjelasan di atas, Pegadaian lebih disarankan buat masyarakat yang hendak menggadaikan barangnya. Begini poin-poin yang bisa dibandingkan.

Pegadaian

  • Status hukum jelas
  • Ada jaminan keamanan barang gadaian
  • Aturan bunga, penaksiran nilai barang gadaian, tenor, dan lain-lain jelas

Usaha gadai liar

  • Tidak ada status hukum
  • Jaminan keamanan barang gadaian diragukan
  • Aturan bunga, penaksiran nilai barang gadaian, tenor, dan lain-lain tidak jelas

Selagi aturan soal usaha gadai swasta itu belum keluar, lebih baik kita menuju Pegadaian dulu. Jika terpaksa pakai jasa gadai swasta, lihat dulu aturan mainnya. Caranya:
  1. Perhatikan reputasinya. Kalau bisa, cari yang pernah dipakai jasanya oleh orang yang kita kenal. Kalau bisa, cari yang punya situs, bukan yang ditempel-tempel di tiang listrik.
  2. Lihat bentuk bangunannya, apakah terawat atau tidak. Jika terawat, biasanya bisnisnya juga bagus. Gak asal-asalan.
  3. Cermati aturannya. Lihat dan bandingkan bunga yang ditetapkan. Jika terlalu jauh dari bunga bank atau Pegadaian, mundur saja. Kalau selisih 1-2 persen masih bisa diterimalah.

Itulah yang perlu kita pertimbangkan ketika memutuskan untuk menggadaikan barang. Jangan sampai asal saat menggadaikan barang meski kebutuhan itu sangat mendesak. Daripada malah sudah jatuh tertimpa tangga.

[duitpintar.com]

loading...
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Alasannya Kenapa Kamu Tidak Boleh Asal Menggadaikan Barang-barangmu"

Posting Komentar